Penyembelihan Hewan Kurban: Antara Tradisi dan Sembelihan Halal

 

Penyembelihan Hewan Kurban: Antara Tradisi dan Sembelihan Halal

Penyembelihan hewan kurban sudah menjadi tradisi tahunan bagi masyarakat muslim Indonesia. Idul Adha menjadi momen yang ditunggu-tunggu banyak orang. Bahkan sebagian masyarakat sudah berbenah jauh hari sebelumnya.


Penyembelihan hewan kurban di Indonesia melibatkan semua lapisan masyarakat. Semangat berkurban dan menjadi bagian dalam penyelenggaraannya, ini yang menjadi alasan semua orang ingin terlibat. Sebut saja masyarakat di wilayah RT, ada yang bertugas menjaring pekurban, pengumpul dana, petugas pemotongan, petugas pendistribusi dan peran-peran lainnya yang saling mendukung dalam penyelenggaraan penyembelihan dan pemotongan hewan kurban. Disinilah bentuk perwujudan gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.


Fenomena ini menjadi tradisi yang membuat semarak perayaan idul kurban di nusantara. Tiap-tiap daerah beragam kebiasaannya dan beragam pula kesemarakannya. Penyelenggaraan pemotongan bisa dilakukan di halaman masjid, mushalla, perkantoran dan di tempat-tempat fasilitas warga lainnya. Warga yang terlibat tidak lagi dibedakan jabatan  sebagaimana di tempat kerja, jenis pekerjaan atau usia. Semuanya berbaur menjadi petugas penyelenggara penyembelihan dan pemotongan hewan kurban.


Namun kadang dalam pelaksanaannya, ada saja hal penting yang terabaikan. Apalagi sering kejadiannya melupakan “kehalalan daging sembelihan hewan kurban”. Apa saja hal-hal  dimaksud, berikut ulasan singkatnya.


Penyembelihan hewan kurban menjadi bagian proses yang dilakukan dalam penyelenggraan pemotongan hewan kurban. Penyembelihan menjadi tahapan krusial untuk menghasilkan daging halal. Ada beberapa titik kritis halal yang harus diperhatikan. Pertama; pengunaan pisau yang memenuhi standar penyembelihan hewan. Pisau yang digunakan tidak terbuat dari tulang, gigi dan kuku. Pisau dapat terbuat dari besi atau merupakan aliasi logam sejenisnya. Pisau dipastikan sangat tajam sehingga dapat memotong tiga saluran (saluran nafas, kerongkongan dan pembuluh darah) pada leher  hewan dengan baik. Dalam hal ini, perlu dilakukan uji ketajaman pisau dengan melakukan uji potong terhadap benda lain yang dapat mewakili tingkat ketajaman untuk penyembelihan hewan. Selain itu, pisau juga mempunyai bentuk yang lazim dan cocok untuk penyembelihan hewan. Begitu juga ukuran pisau harus proporsional untuk hewan yang disembelih. Pisau untuk menyembelih kambing, domba, sapi ataupun kerbau harus disesuaikan dengan ukuran leher masing-masingnya.

Comments

Popular posts from this blog

Menilik Tradisi Aqiqah di Sulawesi Selatan

Biaya Umroh 2023 (Update Harga)

Royal Clock Tower, Big Ben nya Saudi Arabia